· komentar ·oleh captain flyng dutchman

BAB 13: RANGKAIAN SEKUENSIAL — FLIP-FLOP DAN CLOCK

 

BAB 13: RANGKAIAN SEKUENSIAL — FLIP-FLOP DAN CLOCK

 

A.    Pengantar Rangkaian Sekuensial

1.     Definisi Rangkaian Sekuensial

a.     Output bergantung pada input saat ini DAN keadaan sebelumnya (memori)

b.     Memiliki elemen penyimpan (flip-flop, latch, register)

c.     Output berubah hanya pada saat ada clock (synchronous)

d.     Contoh: counter, register, shift register, state machine

2.     Perbedaan Kombinasional vs Sekuensial

a.     Kombinasional — output = f(input)

b.     Sekuensial — output = f(input, state)

c.     Kombinasional — tidak punya clock

d.     Sekuensial — dipicu oleh clock

3.     Blok Diagram Rangkaian Sekuensial

a.     Input → Rangkaian Kombinasional → Output

b.     State (dari flip-flop) → Rangkaian Kombinasional → Input berikutnya

c.     Clock → Flip-Flop (sinkronisasi)

d.     Element penyimpan menyimpan state (0/1)

4.     Elemen Memori Dasar

a.     Latch — level-triggered (dipicu oleh level sinyal)

b.     Flip-Flop — edge-triggered (dipicu oleh tepi clock)

c.     Register — kumpulan flip-flop untuk menyimpan data multi-bit

d.     SRAM — memory berbasis flip-flop

B.    Latch — Elemen Memori Sederhana

1.     SR Latch (Set-Reset Latch)

a.     Dua gerbang NOR atau NAND yang saling silang

b.     Input: Set (S) dan Reset (R)

c.     Output: Q dan Q̄ (komplementer)

d.     Kondisi forbidden (tidak diperbolehkan): S=1, R=1

e.     Simbol dan tabel kebenaran

2.     Implementasi SR Latch dengan NOR

a.     Dua gerbang NOR disilangkan

b.     S=0,R=0 → Q=Q (keep state)

c.     S=1,R=0 → Q=1, Q̄=0 (Set)

d.     S=0,R=1 → Q=0, Q̄=1 (Reset)

e.     S=1,R=1 → forbidden (Q=0, Q̄=0)

3.     Implementasi SR Latch dengan NAND

a.     Dua gerbang NAND disilangkan (aktif low)

b.     S̄=0,R̄=0 → forbidden

c.     S̄=1,R̄=1 → keep state

d.     S̄=0,R̄=1 → Set

e.     S̄=1,R̄=0 → Reset

4.     Gated SR Latch

a.     SR Latch dengan enable (E) atau clock

b.     Input S dan R hanya aktif saat E=1

c.      E=0 → latch mempertahankan state

d.     E=1 → S dan R dapat mengubah state

e.     Jembatan ke flip-flop

5.     D Latch (Data Latch)

a.     Gated SR latch dengan S = D, R = D̄

b.     Menghilangkan kondisi forbidden

c.     E=1 → Q = D (transparent)

d.     E=0 → Q mempertahankan state (latched)

e.     Jembatan ke D Flip-Flop

C.    Flip-Flop (FF) — Elemen Memori Edge-Triggered

1.     Mengapa Edge-Triggered?

a.     Level-triggered (latch) — sensitif terhadap perubahan saat enable aktif

b.     Edge-triggered (flip-flop) — hanya berubah pada tepi clock

c.     Menghindari kondisi race (perubahan ganda)

d.     Memungkinkan desain sinkron yang stabil

2.     Positive Edge vs Negative Edge

a.     Positive edge (rising edge) — perubahan saat clock 0→1

b.     Negative edge (falling edge) — perubahan saat clock 1→0

c.     Simbol — bubble pada input clock untuk negative edge

d.     Pemilihan tergantung desain

3.     D Flip-Flop (Data Flip-Flop)

a.     Paling sederhana dan paling umum digunakan

b.     Q = D pada saat tepi clock

c.      Implementasi dengan master-slave atau edge-detector

d.     IC 7474 — dual D flip-flop (positive edge)

e.     Aplikasi — register, shift register, counter

4.     JK Flip-Flop

a.     Universal flip-flop — dapat meniru D, T, dan SR

b.     Input: J (set) dan K (reset)

c.     Tidak ada forbidden state

d.     JK=11 → Q = Q̄ (toggle)

e.     IC 7473 — dual JK flip-flop (negative edge)

5.     T Flip-Flop (Toggle Flip-Flop)

a.     Hanya satu input T

b.     T=0 → Q mempertahankan state

c.     T=1 → Q = Q̄ (toggle)

d.     Dapat dibuat dari JK dengan J=K=1

e.     Aplikasi — counter, frequency divider

6.     SR Flip-Flop

a.     Sama dengan SR latch tetapi edge-triggered

b.     Input S (set) dan R (reset)

c.     Kondisi forbidden: S=1, R=1

d.     Lebih jarang digunakan di IC modern

D.    Karakteristik Flip-Flop

1.     Setup Time (t_setup)

a.     Waktu minimum data harus stabil SEBELUM tepi clock

b.     Jika dilanggar — data tidak akan tersimpan dengan benar

c.     Tergantung pada teknologi (TTL, CMOS)

d.     Biasanya 5-20ns (CMOS) atau 10-30ns (TTL)

2.     Hold Time (t_hold)

a.     Waktu minimum data harus stabil SETELAH tepi clock

b.     Jika dilanggar — data mungkin berubah terlalu cepat

c.     Lebih kecil dari setup time (5-10ns)

d.     Biasanya 0-5ns

3.     Propagation Delay (t_pd)

a.     Waktu dari tepi clock hingga output berubah

b.     Biasanya 10-30ns (TTL) atau 5-20ns (CMOS)

c.     Menentukan kecepatan maksimum clock

d.     f_max = 1/(t_setup + t_pd + margin)

4.     Asynchronous Input (Preset & Clear)

a.     Input yang tidak dipengaruhi clock

b.     Preset — langsung set Q=1 (set)

c.     Clear — langsung set Q=0 (reset)

d.     Berguna untuk inisialisasi state (reset sistem)

E.    Analisis Rangkaian Sekuensial

1.     State Diagram

a.     Representasi grafis dari semua state dan transisinya

b.     Lingkaran = state (Q1,Q0)

c.     Panah = transisi antar state (dengan kondisi)

d.     Sangat berguna untuk memahami perilaku sistem

2.     State Table (Tabel Keadaan)

a.     Tabel yang menunjukkan transisi state berdasarkan input

b.      Kolom: Current State, Input, Next State, Output

c.     Dari state table → dapat dirancang rangkaian

d.     Dibuat dari state diagram

3.     Analisis Counter Sederhana

a.     Counter 2-bit dengan T flip-flop (T=1)

b.     State: 00 → 01 → 10 → 11 → 00

c.     State diagram dan state table

d.     Analisis perilaku dan output

4.     Persamaan Eksitasi

a.     Menentukan input flip-flop yang dibutuhkan untuk transisi state

b.     Untuk D-FF: D = Q_next

c.     Untuk JK-FF: J = f(Q, Q_next), K = f(Q, Q_next)

d.     K-Map untuk menyederhanakan persamaan

F.     Clock dan Sinkronisasi

1.     Clock Signal

a.     Clock = sinyal persegi (square wave) dengan frekuensi tetap

b.     Karakteristik: frekuensi (f), duty cycle, rise time, fall time

c.     Sumber clock: osilator kristal, RC osilator, IC generator

d.     Clock distribution — mendistribusikan ke semua flip-flop

2.     Clock Skew

a.     Perbedaan waktu kedatangan clock di berbagai flip-flop

b.     Disebabkan oleh perbedaan panjang jalur (PCB)

c.     Dapat menyebabkan kesalahan timing (race condition)

d.     Solusi — clock tree, buffer clock, design margins

3.     Synchronous vs Asynchronous

a.     Synchronous — semua flip-flop dipicu oleh clock yang sama

b.     Asynchronous — flip-flop dipicu oleh sinyal lain (tidak seragam)

c.     Synchronous lebih mudah didesain dan dianalisis

d.     Asynchronous lebih cepat tapi rentan masalah

4.     Clock Frequency dan Timing

a.     f_max = 1/(t_setup + t_pd + t_skew)

b.     Semakin tinggi frekuensi, semakin cepat sistem

c.     Trade-off dengan konsumsi daya

d.     Limitasi fisik — delay gate dan capacitance

G.    Aplikasi Flip-Flop

1.     Frequency Divider

a.     T flip-flop dengan T=1 → output frekuensi = clock/2

b.     Seri T flip-flop → pembagi frekuensi 2^n

c.     Aplikasi

d.     Contoh: clock 10MHz → 5MHz, 2.5MHz, 1.25MHz

2.     Register (Penyimpan Data)

a.     Kumpulan D flip-flop untuk menyimpan data multi-bit

b.     Semua flip-flop dipicu oleh clock yang sama

c.     Aplikasi

d.      IC 74174 — 6-bit register, 74374 — 8-bit register

3.     Latch vs Flip-Flop dalam Desain

a.     Latch — level-triggered (transparent)

b.     Flip-Flop — edge-triggered (synchronous)

c.     Flip-Flop lebih aman untuk desain sinkron

d.     Latch digunakan dalam ASIC/FPGA untuk optimasi area

4.     Debouncing Saklar

a.     Saklar mekanis menghasilkan bouncing (getaran)

b.     SR Latch dapat menghilangkan bouncing

c.     S = tombol NO, R = tombol NC

d.     Output Q = sinyal yang bersih (tanpa bouncing)

 

Komentar