BAB 2: RESISTOR DAN POTENSIOMETER
A.
Karakteristik
resistor
1.
Definisi
dan Simbol
a.
Resistor
sebagai komponen pasif yang menghambat arus
a
b.
Symbol
resistor
a
c.
Satuan
Ohm
a
d.
Hubungan
V = I x R
a
2.
Kode
Warna Resistor
a.
4
pita warna
a
b.
5
pita warna
a
c.
6
pita warna
a
d.
Tabel
warna
a
3.
Resistansi
dan Dimensi Fisik
a.
Resistansi
berdasarkan material
a
b.
Resistivitas
a
c.
Pengaruh
Panjang dan luas penampang terhadap resistansi
a
d.
Resistor
kawat vs resistor film carbon
a
B.
Daya
dan Rating Resistor
1.
Daya
Maksimum Resistor
a.
Daya
yang diubah menjadi panas
a
b.
Ukuran
fisik menunjukan kemampuan disipasi
a
c.
Overheating
dan efek derating
a
d.
Hubungan
ukuran fisik dengan rating daya
a
2.
Temperatur
dan Koefisien Suhu
a.
TCR
perubahan resistansi terhadap suhu
a
b.
TCR
dalam ppm
a
c.
Resistor
PTC
a
d.
Resistor
NTC
a
3.
Tegangan
Maksimum
a.
Tegangan
breakdown
a
b.
Hubungan
dengan rating daya
a
c.
Derating
tegangan pada frekuensi tinggi
a
d.
Aplikasi
tegangan tinggi
a
C.
Resistor
Seri dan Paralel
1.
Resistor
Seri
a.
Arus
sama pada setiap resistor
a
b.
Tegangan
terbagi
a
c.
Resistansi
total
a
d.
Seabgai
pembagi tegangan
a
2.
Resistor
Paralel
a.
Tegangan
sama pada setiap resistor
a
b.
Arus
terbagi
a
c.
Resistansi
total
a
d.
Dua
resistor parallel
a
3.
Kombinasi
Seri-Paralel
a.
Reduksi
bertahap
a
b.
Identifikasi
bagian seri dan parallel
a
c.
Contoh
perhitungan rangkaian kombinasi
a
d.
Aplikasi
dalam rangkaian praktis
a
D.
Potensiometer
dan Trimpot
1.
Struktur
Potensiometer
a.
Tiga
terminal
a
b.
Elemen
resistif dan wiper yang bergerak
a
c.
Rotary
potensiometer
a
d.
Slide
potensiometer
a
2.
Fungsi
Potensiometer
a.
Sebagai
pembagi tegangan variable
a
b.
Sebagai
rheostat
a
c.
Sebagai
sensor posisi
a
d.
Aplikasi
a
3.
Trimpot
a.
Trimpot
untuk kalibrasi
a
b.
Ukuran
kecil dapat disetetel sekali / sewaktu-waktu
a
c.
Jenis
a
d.
Aplikasi
a
E.
Jenis-jenis
Resistor Khusus
1.
Resistor
Tetap
a.
Resistor
karbon
a
b.
Resistor
film oksida
a
c.
Resistor
kawat
a
2.
Resistor
Presisi
a.
Toleransi
0.1%, 0.5%, 1%
a
b.
TCR
rendah
a
c.
Stabilitas
jangka Panjang
a
d.
Aplikasi
a
3.
Resistor
Daya
a.
Rating
daya
a
b.
Heat
sink dan pendinginan
a
c.
Resistor
keramik dan metal-clad
a
d.
Aplikasi
a
4.
Resistor
Khusus
a.
Fusible
resistor
a
b.
Resistor
jaringan
a
c.
SMD
resistor
a
d.
Resistor
shunt
a
F.
Aplikasi
Resistor dalam Rangkaian
1.
Pembatas
Arus
a.
Resistor
seri dengan LED
a
b.
Melindungi
komponen dari arus berlebih
a
c.
Perhitungan
nilai resistor berdasarkan arus yang diinginkan
a
d.
Contoh
perhitungan LED dengan berbagai tegangan sumber
a
2.
Pull-up
dan Pull-down Resistor
a.
Pull-up
resistor
a
b.
Pull-down
resistor
a
c.
Mencegah
floating input pada rangkaian digital
a
d.
Pemilihan
nilai (trade-off antara kecepatan dan konsumsi daya)
a
3.
Pembagi
Tegangan sebagai Sensor
a.
Sensor
LDR
a
b.
Sensor
NTC/PTC
a
c.
Sensor
regangan (jembatan wheatstone)
a
d.
Perhitungan
tegangan output
a
G.
Standar
dan Notasi Resistor
1.
Nilai
Standar (E-Series)
a.
Deret
E12
a
b.
Deret
E24
a
c.
Deret
E96
a
d.
Toleransi
a
2.
Penandaan
Resistor SMD
a.
Sistem
3 digit
a
b.
Sistem
4 digit
a
c.
Sistem
EIA-96
a
d.
Membaca
kode dan menghitung nilai
a
3.
Notasi
dalam skema
a.
Penamaan
resistor
a
b.
Penulisan
nilai
a
c.
Symbol
dan notasi sesuai standar
a
d.
Contoh
pembacaan skema rangkaian
a
Komentar
Posting Komentar