BAB 1: HUKUM DASAR RANGKAIAN — OHM
DAN KIRCHHOFF
A.
Hukum
Ohm & resistansi
1.
Devinisi
Hukum Ohm
a.
Hubungan
tegangan sebanding dengan arus
a
b.
Grafik
linear V vs I
a
c.
Syarat
berlakunya hukum ohm
a
d.
Resistansi
sebagai konstanta proportionalitas
a
2.
Satuan
& Notasi
a.
Volt
a
b.
Ampere
a
c.
Ohm
a
d.
Symbol
dalam schema
a
3.
Konvensi
tanda tegangan
a.
Arus
masuk ke polaritas positif
a
b.
Arus
masuk ke polaritas negative
a
c.
Pasif
sign convention
a
d.
Hubungan
arah arus pada polaritas tegangan pada resistor
a
B.
Hukum
Kirchhoff (KCL)
1.
Pernyataan
hukum KCL
a.
Jumlah
arus masuk sama dengan arus keluar
a
b.
Jumlah
aljabar arus di node adalah nol
a
c.
Berdasarkan
hukum kekekalan muatan
a
d.
Gustav
Kirchhoff
a
2.
Konvensi
tanda arus
a.
Arus
menuju node
a
b.
Arus
meninggalkan node
a
c.
Konsistensi
tanda dalam persamaan
a
3.
Aplikasi
KCL
a.
Analisa
node
a
b.
Menentukan
arus yang tidak diketahui
a
c.
Rangkaian
parallel
a
d.
Pembagi
arus
a
C.
Hukum
Kirchhoff (KVL)
1.
Pernyataan
hukum KVL
a.
Jumlah
aljabar tegangan dalam loop tertutup adalah nol
a
b.
Berdasarkan
hukum kekekalan energi
a
c.
Sumber
tegangan sama dengan drop tegangan
a
2.
Konvensi
tanda tegangan
a.
Metode
polaritas
a
b.
Metode
arah arus
a
c.
Contoh
perhitungan tegangan pada loop
a
3.
Aplikasi
KVL
a.
Analisa
mesh/loop
a
b.
Rangkaian
seri
a
c.
Menentukan
tegangan yang tidak diketahui
a
d.
Pembagi
tegangan
a
D.
Rangkaian
Seri & Paralel
1.
Rangkaian
seri
a.
Arus
sama pada setiap komponen
a
b.
Tegangan
terbagi
a
c.
Resistansi
total
a
d.
Pembagi
tegangan
a
2.
Rangkaian
parallel
a.
Tegangan
sama pada setiap komponen
a
b.
Arus
terbagi
a
c.
Resistansi
total
a
d.
Pembagi
arus
a
3.
Rangkaian
kombinasi
a.
Reduksi
rangkaian
a
b.
Langkah-langkah
analisis rangkaian campuran
a
c.
Contoh
perhitungan rangkaian kombinasi
a
d.
Aplikasi
dalam rangkaian praktis
a
E.
Pembagi
Tegangan dan Pembagi Arus
1.
Pembagi
tegangan
a.
rumus
pembagi tegangan
a
b.
derivasi
dari KVL
a
c.
aplikasi
a
d.
Contoh
perhitungan dengan 2 resistor
a
2.
Pembagi
arus
a.
Rumus
pembagi arus
a
b.
Derivasi
dari KCL
a
c.
Aplikasi
a
d.
Contoh
perhitungan dengan 2 resistor parallel
a
3.
Potensiometer
sebagai pembagi tegangan
a.
Prinsip
kerja potensiometer
a
b.
Potensiometer
sebagai sensor posisi
a
c.
Potensiometer
sebagai pengatur tegangan variable
a
d.
Aplikasi
praktis
a
F.
Sumber
Tegangan dan Sumber Arus
1.
Sumber
tegangan ideal
a.
Tegangan
konstan terlepas dari beban
a
b.
Resistansi
internal nol
a
c.
Symbol
dalam schema
a
d.
Keterbatasan
dalam praktik
a
2.
Sumber
arus ideal
a.
Arus
konstan terlepas dari beban
a
b.
Resistansi
internal tak terhingga
a
c.
Symbol
dalam schema
a
d.
Keterbatasan
dalam praktik
a
3.
Sumber
nyata dan resistansi internal
a.
Model
sumber tegangan nyata
a
b.
Model
sumber arus nyata
a
c.
Pengaruh
resistansi internal terhadap kinerja rangkaian
a
d.
Efisiensi
daya dan rugi-rugi internal
a
G.
Teorema
Thevenin & Norton
1.
Theorema
Thevenin
a.
Setiap
rangkaian linear dapat diganti dengan sumber tegangan seri dengan resistor
a
b.
Menentukan
V_Th
a
c.
Menentukan
R_Th
a
d.
Aplikasi
dalam analisis rangkaian kompleks
a
2.
Theorema
Norton
a.
Setiap
rangkaian linear dapat diganti dengan sumber arus paralel dengan resistor
a
b.
Menentukan
I_N
a
c.
Menentukan
R_N
a
d.
Hubungan
Thevenin-Norton
a
3.
Resistansi
small-small signal
a.
Definisi
— r = ΔV/ΔI untuk komponen non-linear
a
b.
Aplikasi
pada diode dan transistor
a
c.
Perbedaan
resistansi statis dan dinamis
a
d.
Contoh
perhitungan
a
Komentar
Posting Komentar